Minggu, 02 November 2014

Khasiat Daun Pepaya

Daun pepaya

Daun pepaya merupakan salah satu jenis sayuran yang diolah pada saat masih muda menjadi makanan yang lezat dan bergizi tinggi.[1] Disamping dapat diolah menjadi makanan yang lezat, daun pepaya dapat pula dijadikan obat untuk beberapa jenis penyakit.[2] Helaian daun pepaya berbentuk menyerupai tangan manusia.[2] Apabila daun pepaya dilipat tepat di tengah, maka akan nampak bahwa daun pepaya berbentuk simetris.[2]

Kandungan Gizi

Daun pepaya memiliki kandungan gizi yang cukup beragam diantaranya vitamin A 18250 SI, vitamin B1 0,15 miligram per 100 gram, vitamin C 140 miligram per 100 gram daun pepaya, kalori 79 kal per 100 gram, protein 8,0 gram per 100 gram, lemak 2,0 gram per 100 gram, hidrat arang/karbohidrat 11,9 gram per 100 gram, kalsium 353 miligram per 100 gram, dan air 75,4 gram per 100 gram.[2] Daun pepaya juga mengandung carposide yang dapat berfungsi sebagai obat cacing.[2] Daun pepaya mengandung zat papain yang tinggi sehingga menjadikan rasanya pahit, namun zat ini justru bersifat stomakik yaitu dapat meningkatkan nafsu makan.[3]

Khasiat Obat

Daun Pepaya yang bercita rasa pahit ini dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, diantaranya:
  • Batu Ginjal, caranya beberapa lembar daun pepaya dicuci bersih lalu direbus, kemudian air rebusan tersebut diminum dan diakhiri dengan meminum air kelapa muda (namun, bagi yang mengidap hipertensi tidak diperkenankan menggunakan metode ini).[2]
  • Malnutrisi (gejala kekurangan gizi pada balita), caranya daun pepaya ditumbuk bersama daun dadap serep, dan kapur sirih kemudian dipergunakan sebagai bedak dan dioleskan pada perut si penderita.[2]
  • Sakit perut pada waktu haid, caranya 1 lembar daun pepaya ditumbuk bersama dengan buah asam dan garam lalu ditambahkan air masak, campuran tersebut kemudian diperas, disaring dan diminum pada saat haid.[2]
  • Disentri, caranya 2 lembar daun pepaya direbus dalam 1 liter air bersama dengan 1 sendok teh bubuk kopi, lalu disaring dan diminum satu cangkir per hari.[2]
  • Diare, caranya daun pepaya direbus bersama dengan minyak kelapa, lalu daun pepaya yang layu tersebut ditempelkan pada perut penderita.[2]
  • Membasmi cacing perut, caranya daun pepaya direbus dalam 2 gelas air bersama dengan adas pulowaras sampai mendidih, lalu air rebusan tersebut disaring dan diminum setiap malam sebelum tidur.[2]
  • Mengatasi keputihan, caranya 1 daun pepaya yang telah dicuci bersih direbus dalam 1,5 liter air bersama 50 gram akar alang-alang dan pulasari, kemudian air rebusan tersebut disaring dan diminum setiap hari satu kali.[4]
  • Mengatasi jerawat, caranya 2-3 helai daun pepaya yang sudah tua dijemur kemudian dihaluskan dan ditambahkan air kemudian sari daun pepaya tersebut dioleskan pada bagian yang berjerawat.[4]
  • Mengatasi noda hitam di wajah, caranya daun pepaya dihaluskan dengan cara ditumbuk ataupun diblender dan ditambah air, kemudian air sari daun pepaya tersebut dicampurkan dengan masker dan dioleskan pada wajah, setelah 15 menit wajah dibasuh dengan air hangat sampai bersih.[4]

Pengolahan

Buntil, salah satu makanan dari Daerah Istimewa Yogyakarta
Rasa pahit pada daun pepaya dapat dihilangkan dengan cara merebus daun pepaya bersama dengan daun jambu klutuk/jambu biji, dan daun singkong dengan perbandingan 200 gram daun pepaya, 200 gram daun singkong dan 50 gram daun jambu biji.[5] Daun pepaya dapat diolah menjadi tumis daun pepaya, daun yang baik untuk ditumis adalah yang berasal dari pohon jantan.[5] Di Jawa Barat, hampir semua hidangan disajikan dengan lalapan.[3] Lalapan adalah segala jenis sayuran yang dikonsumsi ketika masih mentah, tanpa dimasak cukup dicuci sampai bersih.[3] Pucuk daun pepaya merupakan salah satu pilihan lalapan di Jawa Barat.[3] Di Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal makanan bercita rasa gurih sedikit pedas yang bernama buntil yaitu sayur yang terbuat dari daun pepaya muda yang digulung dan didalamnya berisi parutan kelapa dengan tambahan ikan, udang dan bumbu-bumbu yang lain.[6] Dari Indonesia timur tepatnya Maluku, terdapat makanan khas yaitu tumis bunga pepaya, di dalam masakan ini bunga pepaya ditumis bersama daun pepaya dan ikan asin/teri goreng dan disajikan dengan singkong rebus.[7] Tak jauh dari Maluku, di Sulawesi Timur daun pepaya diolah bersama bunga pepaya, daun kemangi, daun melinjo dan ikan cakalang menjadi garo bunga pepaya.[8]

Manfaat Lain

Daun pepaya dapat dimanfaatkan sebagai pakan untuk ikan bawal yang sedang dalam tahap pembesaran, daun yang masih segar sebaiknya dilayukan terlebih dahulu sebelum diumpankan pada ikan untuk mengurangi kandungan air di dalamnya.[9] Bahan aktif papain dalam daun pepaya dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati, caranya 1 kg daun pepaya dirajang lalu direndam dalam 10 liter air yang dicampur dengan 2 sendok makan minyak tanah, dan 50 gram detergen selama semalam.[10] Setelah semua bahan didiamkan selama 1 malam, pestisida nabati siap disemprotkan pada area pertanaman yang diserang ulat dan hama penghisap.[10]

Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang daun pepaya antara lain tungau merah (Tetranychus bimaculatus) dan kutu tempurung hijau (Coccus viridis Green).[11] Tungau merah memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil ± 1mm, bentuknya oval, berwarna kehijau-hijauan atau kemerah-merahan, memiliki empat pasang kaki yang bersegmen dan ditumbuhi rambut.[11] Hama ini mengisap cairan sel terutama di permukaan bawah daun sehingga daun menjadi belang-belang berwarna kekuningan/mosaik, dan pada serangan berat dapat menyebabkan daun berubah warna menjadi merah karat.[11] Kutu tempurung hijau menutupi permukaan batang atau daun sehingga menghambat proses fotosintesis.[11] Penyakit yang sering menginfeksi daun pepaya antara lain penyakit tepung yang disebabkan oleh cendawan Oidium caricae Noack, bercak daun cercospora yang diakibatkan cendawan Cercospora papayae dan bercak daun corynespora yang diakibatkan oleh cendawan Corynespora cassiicola.[11]

Harapan buat menteri pemebrdayaan wanita baru

Sehari Menjabat, Menteri Yohana Yembise Diminta Tolong Ini


Yohana Yembise
Yohana Yembise (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Liputan6.com, Jakarta - Yohana Yembise telah resmi dilantik sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak oleh Presiden Jokowi. Banyak harapan yang dialamatkan pada professor wanita pertama dari tanah Papua itu.

Seperti yang diungkapkan Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah. Dia berharap, Yohana memiliki perhatian lebih kepada buruh migran wanita yang bekerja di luar negeri.

"Selamat bekerja IBU @YohanaYembise minta tolong diperhatikan perempuan Indo yang bekerja sebagai buruh migran di luar negeri yang banyak menghadapi masalah," tulis Anis dalam akun Twitter-nya, @anishidayah, Senin (27/10/2014).

Tak cuma Yohana, Anis pun menyebut nama menteri lain yang berkepentingan dengan hajat hidup buruh migran di luar negeri. Seperti Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi.

Khusus untuk Menteri Hanif, Anis bahkan memperkenalkan akun Twitternya pada beberapa asosiasi buruh migran di Hongkong, Malaysia, dan Singapura.
Sementara itu, Yohana tampaknya memang menaruh perhatian lebih kepada perempuan dan anak-anak Indonesia di luar negeri. Seperti yang diungkapkannya melalui akun Twitternya, @YohanaYembise.
"Perempuan, anak dan orang cacat di LN derajatnya diangkat lebih tinggi, Indonesia? Jadi tugas kita bersama #KabinetKerja #KabinetTrisakti," kicau Yohana.

Yohana Yembise lahir di Manokwari, Papua, 1 Oktober 1958.  Dia menjadi wanita Papua pertama yang bergelar profesor. Sebelum didaulat menjadi profesor, ia memiliki segudang pengalaman dan jabatan dalam pekerjaan.

Istri dari Leo Danuwira ini menempuh pendidikan pertamanya di Sekolah Dasar (SD) Padang Bulan Jayapura. Lalu, ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Nabire dan kemudian duduk di SMA Negeri Persiapan Nabire.

Selepas SMA, Yohana menimba ilmu di program studi bahasa Inggris jurusan pendidikan bahasa dan seni FKIP Uncen. Pada 1994, ia menyelesaikan pendidikan di Faculty of Education, Simom Fraser University British Colombia Canada dengan gelar Master of Art (MA).
Kini Yohana mendapatkan kepercayaan dari Presiden Jokowi sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hingga 5 tahun ke depan. (Ans)

JOKOWI DIMINTA BANGUN PASAR MAMA PAPUA DENGAN DANA APBN, BUKAN OTSUS - tabloidjubi.com

JOKOWI DIMINTA BANGUN PASAR MAMA PAPUA DENGAN DANA APBN, BUKAN OTSUS - tabloidjubi.com

Jokowi Akan Wujudkan Janjinya Bangun Pasar Mama Papua - tabloidjubi.com

Jokowi Akan Wujudkan Janjinya Bangun Pasar Mama Papua - tabloidjubi.com