Daun pepaya
Daun pepaya merupakan salah satu jenis
sayuran yang diolah pada saat masih muda menjadi makanan yang lezat dan bergizi tinggi.
[1] Disamping dapat diolah menjadi
makanan yang lezat, daun pepaya dapat pula dijadikan
obat untuk beberapa jenis penyakit.
[2] Helaian daun pepaya berbentuk menyerupai tangan manusia.
[2] Apabila daun pepaya dilipat tepat di tengah, maka akan nampak bahwa daun pepaya berbentuk
simetris.
[2]
Kandungan Gizi
Daun pepaya memiliki kandungan
gizi yang cukup beragam diantaranya
vitamin A 18250 SI,
vitamin B1 0,15 miligram per 100 gram,
vitamin C 140 miligram per 100 gram daun pepaya,
kalori 79 kal per 100 gram,
protein 8,0 gram per 100 gram,
lemak 2,0 gram per 100 gram, hidrat arang/
karbohidrat 11,9 gram per 100 gram,
kalsium 353 miligram per 100 gram, dan
air 75,4 gram per 100 gram.
[2] Daun pepaya juga mengandung carposide yang dapat berfungsi sebagai obat cacing.
[2] Daun pepaya mengandung
zat papain yang tinggi sehingga menjadikan rasanya pahit, namun zat ini justru bersifat stomakik yaitu dapat meningkatkan nafsu makan.
[3]
Khasiat Obat
Daun Pepaya yang bercita rasa pahit ini dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, diantaranya:
- Batu Ginjal,
caranya beberapa lembar daun pepaya dicuci bersih lalu direbus,
kemudian air rebusan tersebut diminum dan diakhiri dengan meminum air kelapa muda (namun, bagi yang mengidap hipertensi tidak diperkenankan menggunakan metode ini).[2]
- Malnutrisi
(gejala kekurangan gizi pada balita), caranya daun pepaya ditumbuk
bersama daun dadap serep, dan kapur sirih kemudian dipergunakan sebagai
bedak dan dioleskan pada perut si penderita.[2]
- Sakit perut pada waktu haid, caranya 1 lembar daun pepaya ditumbuk bersama dengan buah asam dan garam lalu ditambahkan air masak, campuran tersebut kemudian diperas, disaring dan diminum pada saat haid.[2]
- Disentri, caranya 2 lembar daun pepaya direbus dalam 1 liter air bersama dengan 1 sendok teh bubuk kopi, lalu disaring dan diminum satu cangkir per hari.[2]
- Diare,
caranya daun pepaya direbus bersama dengan minyak kelapa, lalu daun
pepaya yang layu tersebut ditempelkan pada perut penderita.[2]
- Membasmi cacing perut, caranya daun pepaya direbus dalam 2 gelas air
bersama dengan adas pulowaras sampai mendidih, lalu air rebusan
tersebut disaring dan diminum setiap malam sebelum tidur.[2]
- Mengatasi keputihan, caranya 1 daun pepaya yang telah dicuci bersih direbus dalam 1,5 liter air bersama 50 gram akar alang-alang dan pulasari, kemudian air rebusan tersebut disaring dan diminum setiap hari satu kali.[4]
- Mengatasi jerawat,
caranya 2-3 helai daun pepaya yang sudah tua dijemur kemudian
dihaluskan dan ditambahkan air kemudian sari daun pepaya tersebut
dioleskan pada bagian yang berjerawat.[4]
- Mengatasi noda hitam di wajah, caranya daun pepaya dihaluskan dengan
cara ditumbuk ataupun diblender dan ditambah air, kemudian air sari
daun pepaya tersebut dicampurkan dengan masker dan dioleskan pada wajah,
setelah 15 menit wajah dibasuh dengan air hangat sampai bersih.[4]
Pengolahan
Buntil, salah satu makanan dari Daerah Istimewa Yogyakarta
Rasa pahit pada daun pepaya dapat dihilangkan dengan cara merebus
daun pepaya bersama dengan daun jambu klutuk/jambu biji, dan daun
singkong dengan perbandingan 200 gram daun pepaya, 200 gram daun
singkong dan 50 gram daun jambu biji.
[5] Daun pepaya dapat diolah menjadi tumis daun pepaya, daun yang baik untuk ditumis adalah yang berasal dari pohon jantan.
[5] Di Jawa Barat, hampir semua hidangan disajikan dengan lalapan.
[3] Lalapan adalah segala jenis sayuran yang dikonsumsi ketika masih mentah, tanpa dimasak cukup dicuci sampai bersih.
[3] Pucuk daun pepaya merupakan salah satu pilihan lalapan di Jawa Barat.
[3] Di Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal makanan bercita rasa gurih sedikit pedas yang bernama
buntil
yaitu sayur yang terbuat dari daun pepaya muda yang digulung dan
didalamnya berisi parutan kelapa dengan tambahan ikan, udang dan
bumbu-bumbu yang lain.
[6] Dari
Indonesia timur tepatnya
Maluku,
terdapat makanan khas yaitu tumis bunga pepaya, di dalam masakan ini
bunga pepaya ditumis bersama daun pepaya dan ikan asin/teri goreng dan
disajikan dengan singkong rebus.
[7]
Tak jauh dari Maluku, di Sulawesi Timur daun pepaya diolah bersama
bunga pepaya, daun kemangi, daun melinjo dan ikan cakalang menjadi
garo bunga pepaya.
[8]
Manfaat Lain
Daun pepaya dapat dimanfaatkan sebagai pakan untuk ikan
bawal
yang sedang dalam tahap pembesaran, daun yang masih segar sebaiknya
dilayukan terlebih dahulu sebelum diumpankan pada ikan untuk mengurangi
kandungan air di dalamnya.
[9] Bahan aktif papain dalam daun pepaya dapat digunakan untuk membuat
pestisida nabati, caranya 1 kg daun pepaya dirajang lalu direndam dalam 10 liter air yang dicampur dengan 2 sendok makan
minyak tanah, dan 50 gram
detergen selama semalam.
[10]
Setelah semua bahan didiamkan selama 1 malam, pestisida nabati siap
disemprotkan pada area pertanaman yang diserang ulat dan hama penghisap.
[10]
Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang daun pepaya antara lain
tungau merah (Tetranychus bimaculatus) dan
kutu tempurung hijau (
Coccus viridis Green).
[11] Tungau merah memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil ± 1mm, bentuknya
oval, berwarna kehijau-hijauan atau kemerah-merahan, memiliki empat pasang
kaki yang bersegmen dan ditumbuhi rambut.
[11]
Hama ini mengisap cairan sel terutama di permukaan bawah daun sehingga
daun menjadi belang-belang berwarna kekuningan/mosaik, dan pada serangan
berat dapat menyebabkan daun berubah warna menjadi merah karat.
[11] Kutu tempurung hijau menutupi permukaan batang atau daun sehingga menghambat proses
fotosintesis.
[11] Penyakit yang sering menginfeksi daun pepaya antara lain penyakit tepung yang disebabkan oleh cendawan
Oidium caricae Noack,
bercak daun cercospora yang diakibatkan cendawan
Cercospora papayae dan bercak daun corynespora yang diakibatkan oleh cendawan
Corynespora cassiicola.
[11]